Tugas Etika Bisnis

Tugas  Merangkum Buku Etika Bisnis

BAB II

“ Sekelis Teori Etika ”

Hal 62 – 71

 Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Etika Bisnis

Dosen : Iga Aju Nitya Dharmani, SE, MM

Iga Aju Nitya Dharmani, SE., MM.
Iga Aju Nitya Dharmani, SE., MM.
Iga Aju Nitya Dharmani, SE., MM.

  index

 Disusun Oleh :

Catur Prasetyo Permdi   (01112031)

Prodi Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

2014

 

COVER BUKU

20141006_110217

DAFTAR ISI

 20141006_110312

RESUM

BAB II

SEKILAS TEORI ETIKA

A.   Pengertian Etika

Menurut Bertens etika dapat juga didefinisikan sebagai nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Dari pengertian diatas mengisyaratkan bahwa etika memiliki peranan penting dalam melegitimasi segala perbuatan dan tindakan yang dilihat dari sudut pandang moralitas yang telah disepakati oleh masyarakat.

Dalam prakteknya, terkadang penerapan nilai etika hanya dilakukan sebatas persetujuan atas standar moral yang telah disepakati untuk tidak dilanggar. Norma moral yang menjadi standar masyarakat untuk menentukan baik buruknya perilaku dan tindakan seseorang, terkadang hanya dianggap suatu aturan yang disetujui bersama tanpa dipertimbangkan mengapa aturan-aturan moral tersebut harus kita patuhi. Untuk itu, pemikiran-pemikiran yang lebih mendalam mengenai alasan-alasan mengapa kita perlu berperilaku yang etis sesuai dengan norma-norma moral yang telah disepakati, melahirkan suatu bentuk teori etika yang menyediakan kerangka untuk memastikan benar tidaknya keputusan moral kita. Dalam Teori EtikaAda beberapa teori etika modern , yaitu :

1.     Utilitarisme

Utilitarisme berasal dari kata Latin utilis yang berarti bermanfaat´. Menurut teori ini, suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi menfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Menurut suatu perumusan terkenal, dalam rangka pemikiran utilitarisme (utilitarianism) kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah the greatest happiness of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang terbesar.

Terlepas dari daya tariknya, teori utilitarianisme juga mempunyai kelemahan, antara lain:

a) Manfaat merupakan konsep yang kompleks sehingga penggunaannya sering menimbulkan kesulitan. Masalah konsep manfaat ini dapat mencakup persepsi dari manfaat itu sendiri yang berbeda-beda bagi tiap orang dan tidak semua manfaat yang dinilai dapat dikuantifikasi yang berujung pada persoalan pengukuran manfaat itu sendiri.

b) Utilitarianisme tidak mempertimbangkan nilai suatu tindakan itu sendiri, dan hanya memperhatikan akibat dari tindakan itu. Dalam hal ini utilitarianisme dianggap tidak memfokuskan pemberian nilai moral dari suatu tindakan, melainkan hanya terfokus aspek nilai konsekuensi yang ditimbulkan dari tindakan tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa utilitarianisme tidak mempertimbangkan motivasi seseorang melakukan suatu tindakan.

c) Kesulitan untuk menentukan prioritas dari kriteria etika utilitarianisme itu sendiri, apakah lebih mementingkan perolehan manfaat terbanyak bagi sejumlah orang atau jumlah terbanyak dari orang-orang yang memperoleh manfaat itu walaupun manfaatnya lebih kecil.

d) Utilitarianisme hanya menguntungkan mayoritas. Dalam hal ini suatu tindakan dapat dibenarkan secara moral sejauh tindakan tersebut menguntungkan sebagian besar orang, walaupun mungkin merugikan sekelompok minoritas. Dengan demikian, utilitarianisme dapat dikatakan membenarkan ketidakadilan, yaitu bagi kelompok yang tidak memperoleh manfaat.

2.   Deontologi

Deontologi´ ( Deontology) berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu : deon yang artinya adalah kewajiban. Dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya, dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan. Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan yang baik tidak menjadi perbuatan itu juga baik.

Deontologi sendiri lebih melepaskan sama sekali moralitas dari konsekuensi perbuatan. Aliran besar pemikiran etika kedua adalah deontologi. Menurut Tokoh besar dari Jerman, Immanuel Kant (1724-1804), menyimpulkan suatu perbuatan baik jika dilakukan karena kewajiban, dan juga dilakukan berdasarkan imperative katagoris.

Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :

(1)   Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban

(2)   Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik

(3)   Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal

3.   Teori Hak

Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Sebetulnya teori hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena hak berkaitan dengan kewajiban. Maka, teori hak pun cocok diterapkan dengan suasana demokratis.

Dalam arti, semua manusia dari berbagai lapisan kehidupan harus mendapat perlakuan yang sama. Seperti yang diungkapkan Immanuel Kant, bahwa manusia meruapakan suatu tujuan pada dirirnya (an end in itself). Karena itu manusia harus selalu dihormati sebagai suatu tujuan sendiri dan tidak pernah boleh diperlakukan semata-mata sebagai sarana demi tercapainya suatu tujuan lain

4.     Teori Keutamaan

Teori tipe terakhir ini adalah teori keutamaan (virtue) yang memandang sikap atau akhlak seseorang. Dalam etika dewasa ini terdapat minat khusus untuk teori keutamaan sebagai reaksi atas teori-teori etika sebelumnya yang terlalu berat sebelah dalam mengukur perbuatan dengan prinsip atau norma. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral, misalnya : Kebijaksanaan, Keadilan, Kerendahan hati,Suka bekerja keras.

Keutamaan yang harus menandai pebisnis perorangan bisa disebut : kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan. Keempat keutamaan ini berkaitan erat satu sama lain dan kadang-kadang malah ada tumpang tindih di antaranya.

Fairness : kesediaan untuk memberikan apa yang wajar kepada semua orang dan dengan wajar dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu transaksi.

Keutamaan-keutamaan yang dimilliki manajer dan karyawan sejauh mereka mewakili perusahaan, adalah : Keramahan, Loyalitas, Kehormatan dan Rasa malu.

Keramahan merupakan inti kehidupan bisnis, keramahan itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia, hubungan bisnis tidak terkecuali.

Loyalitas berarti bahwa karyawan tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji, tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan.

Kehormatan adalah keutamaan yang membuat karyawan menjadi peka terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan.

 DAFTAR PUSTAKA

  1. Bertens, Pengantar Etika Bisnis, Yogyakarta, Kanisius.catatan ke-12 (edisi revisi), 2013

Tugas 2 :

 CONTOH KASUS PELANGGARAN ETIKA BISNIS

(Tentang Corporate Social Responcibility / CSR)

20130915_124124aa

  • Teori Menurut Etika Bisnis

Pemikiran yang mendasari CSR (Corporate Social Responsibility) yang sering dianggap inti dari Etika Bisnis adalah bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban-kewajiban ekonomis dan legal (artinya kepada pemegang saham atau shareholder) tapi juga kewajiban-kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholders) yang jangkauannya melebihi kewajiban-kewajiban di atas. Beberapa hal yang termasuk dalam CSR ini antara lain adalah tatalaksana perusahaan (corporate governance) yang sekarang sedang marak di Indonesia, kesadaran perusahaan akan lingkungan, kondisi tempat kerja dan standar bagi karyawan, hubungan perusahan-masyarakat, investasi sosial perusahaan (corporate philantrophy).

  • Kesesuaian Menurut PP UU

Menurut Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan. Proses pembangunan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia harus diselenggarakan berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan sesuai dengan amanah Pasal 33 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Aktivitas pembangunan yang dilakukan dalam berbagai bentuk Usaha dan/atau Kegiatan pada dasarnya akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Dengan diterapkannya prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dalam proses pelaksanaan pembangunan, dampak terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh berbagai aktivitas pembangunan tersebut dianalisis sejak awal perencanaannya, sehingga langkah pengendalian dampak negatif dan pengembangan dampak positif dapat disiapkan sedini mungkin. Perangkat atau instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan hal tersebut adalah Amdal dan UKL-UPL. Pasal 22 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menetapkan bahwa setiap Usaha dan/atau Kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal.

  • Analisa Kasus

Pada surat kabar Jawa Pos, 2 Mei 2013, ada salah satu artikel yang menurut saya melanggar Etika Bisnis, yaitu artikel yang berjudul “Tanpa Izin, Tiga Pabrik Nekat Beraktivitas”. Ketiga industri tersebut berada di Gresik yaitu PT. BKP (Produsen Minyak Goreng), PT. IDM (Pengolahan Ikan), dan PT. HNF (Industri Alat Berat). Industri-industri tersebut dianggap melanggar Etika Bisnis dalam Corporate Social Responsibility (CSR) karena ketiganya berpotensi mengeluarkan limbah berbahaya. Bukan hanya itu, mereka juga tidak memiliki perizinan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), mereka hanya mendompleng dengan amdal pendirian milik Kawasan Industri Gresik (KIG).

Perusahaan lain yang melanggar etika bisnis dalam CSR yaitu PT. BKP (produsen minyak goreng) yang izin amdalnya belum clear dan berkali-kali perusahaan ini dilaporkan warga sekitar karena kerap mencemari lingkungan. Ada juga PT. IDM yang kerap dikeluhkan karena menimbulkan bau.

  • Saran

Pemerintah harus menindak lebih tegas industri-industri yang tidak mempunyai izin lengkap, terutama yang dapat merugikan masyarakat dan berdampak langsung pada lingkungan sekitar. Serta melakukan sidak dan pengawasan terhadap industri-industri baru yang akan didirikan.

 

 

tugas manajemen srtategi

MANAJEMEN STRATEGI

PT. PRAMONO IRINDO JAYA

 SOAL 1

Carilah kasus di internet tentang  strategi dan taktik perusahaan, jelaskan perbedaannya.Serta jelaskan bagaimana perusahaan tersebut mengimplementasikan manajemen strateginya.?

 Jawab

Strategi dan taktik adalah dua kata yang berbeda tapi sering membingungkan kita, apakah strategi itu sama dengan taktik? ataukah masing-masing mempunyai pengertian yang berbeda.

Menurut kamus wikipedia, strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Kata “strategi” sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu strategos yang artinya “komandan militer” pada zaman demokrasi  Athena. Bagaimana dengan kata “taktik”?  taktik adalah cara pencapaian tujuan dalam tingkat operasional pelaksanaan yang mempunyai rentang waktu yang relatif pendek.

Untuk memudahkan pengertian antara strategi dan taktik, kita bisa menggunakan kata tanya “apa” dan “bagaimana”. Jika kita akan memutuskan “apa” yang seharusnya kita lakukan maka kita akan memutuskan suatu strategi. Jika kita akan memutuskan “bagaimana” untuk mengerjakan sesuatu maka itulah yang dinamakan taktik. Menurut Drucker, strategi adalah mengerjakan sesuatu yang benar (doing the right things) dan taktik adalah mengerjakan sesuatu dengan benar (doing the things right). Sedangkan menurut Karl Van Clausewits, strategi merupakan suatu seni menggunakan pertempuran untuk memenangkan suatu perang, sedangkan taktik adalah seni menggunakan tentara dalam sebuah pertempuran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa taktik merupakan penjabaran operasional jangka pendek dari strategi agar strategi tersebut dapat diterapkan.

Strategi perusahaan mencerminkan penilaian manajemen terhadap situasi dan pilihannya tentang bagaimana mengejar tujuan perusahaan. Strategi bisa diuraikan dalam beberapa cara. Sebagai contoh, strategi bisa dijelaskan sebagai lima faktor situasi ekonomi perusahaan (Porter, 1985), yaitu: penyuplai, pembeli, pengganti, pelanggan potensial, dan persaingan di kalangan pesaing yang ada. Dalam pemasaran, strategi bisa dijelaskan sebagai pilihan dari 4P: Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi), dan Place (tempat), yakni produk mana yang harus dihasilkan perusahaan; dan bagaimana harus didistribusikan (Kottler, 2000). Sedangkan dari segi input perusahaan, strategi operasi adalah pilihan rantai suplai perusahaan termasuk manajemen rantai terhadap sumber-daya dan kapabilitas-kapabilitas. Pilihan strategi untuk perusahaan anda selalunya adalah sebuah pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan perusahaan pada situasinya untuk memenuhi tujuan efisiensi dan efektifitasnya.

Eksplorasi dan eksploitasi adalah dimensi-dimensi strategi yang bisa digunakan untuk membentuk basis bagi kategorisasi strategi perusahaan menjadi empat tipe (Haakonson dkk., 2004). Jika perusahaan adalah reaktor, maka dia akan rendah dalam hal eksplorasi dan eksplotasi; dia akan kekurangan strategi yang ditujukan untuk inovasi. Jika perusahaan adalah defender, dia akan tinggi dalam hal eksploitasi dan rendah dalam hal eksplorasi. Inovasinya terbatas dan sangat terfokus. Jika perusahaan adalah prospektor, maka dia akan tinggi dalam hal eksplorasi dan rendah dalam hal eksploitasi.

Penganalisis dengan inovasi aktif dalam melakukan eksplorasi dan mencari produk-produk dan jasa-jasa baru. Dia tidak sekedar melihat apa yang dilakukan perusahaan lain tetapi justru menyurvei lebih luas dalam hal teknologi dan pasar untuk mencari peluang-peluang yang bisa dikembangkan menjadi produk dan jasa baru.

Manajemen strategi bermanfaat dan memegang peranan penting dalam menghasilkan :

  • Menentukan batasan usaha/bisnis yang akan dilakukan
  • Membantu proses identifikasi, pemilihan prioritas dan eksploitasi kesempatan
  • Memberikan kerangka kerja untuk meningkatkan koordinasi dan pengendalian
  • Mengarahkan dan membentuk kultur perusahaan
  • Menjaga kebijakan yang taat asas dan sesuai
  • Mengintegrasikan perilaku individu ke dalam perilaku kolektif
  • Meminimalkan implikasi akibat adanya perubahan kondisi
  • Menciptakan kerangka kerja dalam komunikasi internal
  • Memberikan kedisiplinan adan formalitas manajemen

Latar Belakang

1. Sejarah Singkat Perusahaan

PT.  Promono Irindo Jaya adalah  perusahaan  manufaktur  yang bergerak dalam bidang Aksesoris Garmen, khususnya produksi kancing baju untuk berbagai jenis pakaian.  Sejak berdirinya perusahaaan pada tanggal 29 Mei 1982, Perusahaan  ini  juga  dikenal  sebagai  produsen  kancing  yang mengutamakan kualitas dan presisi tinggi.

PT. Pramono Irindo Jaya yang beralamatkan di Jl. Sukodono Ds. Keboan Anom, Gedangan-Sidoarjo  merupakan  salah  satu  perusahaan  kancing  yang  sangat  mengutamakan kepuasan  customer,  di  mana  proses  produksi  atau  pembuatan  kancingnya dilakukan dengan cepat, namun tetap mengutamakan kualitas dari kancing yang di produksi.

Saat ini PT. Pramono Irindo Jaya merupakan salah satu perusahaan yang memiliki banyak  customer baik di daerah PULAU JAWA maupun di luar PULAU JAWA . Perusahaan-Perusahaan  yang  menjadi  Customer  PT. Pramono Irindo Jaya bukan hanya perusahaan kecil saja melainkan banyak  perusahaan-perusahaan besar yang menjadi  customer  PT. Pramono Irindo Jaya seperti:

Sri Rejeki Isman, Pan Brother, Gunung Salak, Young-il Indonesia, Doosan Cipta Busana , dan perusahhan Garment  lain- lain.

2. Implementasi Strategi Perusahaan

Implementasi Strategi adalah jumlah keseluruhan aktivitas dan pilihan yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan perencanaan strategis. Implementasi strategis merupakan proses dimana beberapa strategi dan kebijakan diubah menjadi tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur. Walaupun implementasi biasanya baru dipertimbangkan setelah strategi dirumuskan, akan tetapi implementasi merupakan kunci suksesnya dari manajemen strategic. Perumusan strategi dan implementasi strategi harus dilihat seperti dua sisi mata uang.

Untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan, baik dalam bentuk profit maupun kelangsungan usaha perusahaan serta dalam rangka membangun company image yang baik, maka perusahaan menrapkan beberapa strategi dalam berbisnis. Strategi tersebut tentunya melibatkan seluruh aspek dari pelaku bisnis yakni para pelanggan, pemberi modal (perbankan), para pemasok, otoritas pemerintahan,  maupun sumber daya internal perusahan.

Secara singkat strategi bisnis PT. PRAMONO IRINDOJAYA dalam mempertahankan kelangsungan dan mengembangkan usaha adalah sebagai berikut:

  1. Menjaga hubungan baik dengan seluruh mitra kerja yakni, para pelanggan, pemasok, penyedia permodalan dan unsur pemerintah dalam sinergi dan simbiosis yang saling menguntungkan serta berkonstribusi dalam pembangunan masyarakat secara luas.
  2. Mengutamakan pelayanan yang memuaskan untuk para pelanggan dengan tetap memperhatikan profit margin yang akan dicapai.
  3. Mengembangkan sistem manajemen yang terbuka, jujur dan bertanggung jawab dengan dukungan sumber daya manusia yang professional dan berdedikasi tinggi.
  4. Secara berkesinambungan memanfaatkan perkembangan teknologi dan ilmu pengtahuan yang relevan dengan bidang usaha yang dijalankan untuk memperoleh sistem yang effektif dan effisien.
  5. Melibatkan seluruh aspek yang terkait dalam setiap pengambilan keputusan untuk memperoleh dukungan maksimal dari berbagai pihak.

3. Visi Perusahaan

Adapun Visi dari PT. Pramono Irindo Jaya adalah “ Menjadi perusahaan  yang menyongsong  perubahan  untuk  menjadi  perusahaan  kancing  terbaik  dan membanggakan bagi masyarakat”.

4.  Misi Perusahaan

Adapun Misi dari PT. Pramono Irinda Jaya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk  meningkatkan  laba  perusahaan  PT.  Pramono Irindo Jaya , meningkatkan volume penjualan dan menekan segala biaya yang tidak berhubungan dengan operasional perusahaan.
  2. Berkomitmen  untuk  mengantisipasi  kebutuhan  pelangggan  yang  terus berubah  dengan  menanggapinya  secara  kreatif  dan  kompetitif  melalui pemecahan masalah secara menyeluruh, pelayanan terbaik, dan produk bermutu.
  3. Menjadi  perusahaan  yang  berkinerja  unggul  dalam  dunia  usaha  dan menjadi  perusahaan andalan  karena  memberikan  nilai-nilai  tambah kepada customernya.
  4. Berupaya  mencapai  pertumbuhan  usaha  yang  menguntungkan  dan berkelanjutan  serta memberikan  nilai  jangka  panjang bagi  para karyawannya
  5. Memegang  komitmen  untuk  peduli  lingkungan  dan  memperbaiki kehidupan masyarakat di sekitar wilayah  operasi Perusahaan kami.

5. Tujuan Perusahaan

  1. Tujuan utama perusahaan PT Pramono Irindo Jaya  yaitu untuk memuaskan kebutuhan konsumen dan berupaya Mencapai  pertumbuhan  usaha  yang  menguntungkan  dan berkelanjutan erta memberikan  nilai  jangka  panjang bagi  para karyawannya
  2. Menempatkan Brand dalam pikiran konsumen untuk memaksimalkan potensi manfaat perusahaan

6.      Strategi :

  1. Terus mengembangkan Tipe kancing yang berkualitas tinggi
  2. Memperkenalkan produk  kancing ke berbagai toko kancing melalui sales yang handal
  3. Menggunakan internet sebagai salah satu sarana penjualan produk
  4. Memperolah kepuasan dari pelanggan
  5. Memberikan pelayanan yang terbaik ke pelanggan

7.  Target Pasar

  1. Perusahaan mampu masuk ke kawasan perusahaan Garment di seluruh Indonesia.
  2. Untuk melihat website perusahaan dan produk perusahaan kami klik di bawah ini.

PT Pramono Irindo Jaya

 Analisis

Dilihat dari Faktor  Internal

  • Kekuatan
  1. Kualitas produk kancing yang baik, sihingga diminati oleh banyak konsumen
  2. Promosi produk yang baik dan kerja sama erat dengan para pemasok, konsumen dan distributor untuk menghantar produk-produk dari pabrik ke tempat-rempat penjualan
  3. Penjualan produk sangat stabil dari tahun ketahun
  4. Mempuyai pelanggan yang tetap
  5. Kemudahan pembelian bahan baku
  • Kelemahan
  1. Perlakuan Manajemen SDM di Perusahaan Tidak merata
  2. Rendahnya respon pasar terhadap produk-produk tertentu.
  3. Kurangnya ketelitahan dalam pengecekan kancing yang akan di produksi sehinga sering mengalami masalah yang sama
  4. Perusahan masih mengunakan jasa Accouting dari luar
  5. Gaji yang di bayarkan tidak sesui ketentuan yang ada
  6. Setiap hari ada Loyalitas 1 jam kerja tanpa di bayar

Dilihat dari Faktor Eksternal

  • Peluang
  1. Tingginya kepuasan konsumen terhadap produk kancing PT Pramono Irindo Jaya
  2. Perusahaan mampu membuat produk kancing sesuai model dan desain dari konsumen
  3. Mampu memproduksi produk dengan kualitas terbaik serta mengikuti trend dan model masa ini
  4. Pasar yang bebas sehingga perusahan berpeluang untuk menambah konsumen
  5. perusahaan mampu mengekspor ke luar negeri
  6. Kemauan perusahaan yang tinggi untuk lebih maju dan  berkembang
  7. Lingkungan kerja yang mendukung
  • Ancaman
  1. Kekecewaan Konsumen terhadap kualitas produk / barang
  2. Pengiriman Barang ke supplier terlambat
  3. Barang yang dikirim sebagian rusak/reject
  4. Produk pesaing dengan harga lebih rendah.
  5. Melemahnya daya beli konsumen.
  6. Pembyaran penagihan piutang tidak sesuai jadwal

 

Dilhat dari factor Sikap dan Prilaku

1.      Jujur dalam bertindak dan bersikap

2.       Rajin, tepat waktu, tidak malas dan tanggung jawab  terhadap pekerjaan

3.      Selalu murah senyum terhadap pelanggan

4.      Lemah lembut dan ramah tamah

5.      Sopan santun dan hormat

6.      Selalu ceria dan pandai bergaul

7.      Fleksibel dan suka menolong pelanggan

8. Serius dan memiliki rasa tanggung jawab

1

2

3

4

Berdasarkan hasil –hasil yang di dapat dari analisis internal dan eksternal pada tabel seperti dituliskan di atas hasilnya dapat di rangkum sebagai berikut :

1.      Skor Total Kekuatan ( Strenght )           :   3.52

2.      Skor Total Kelemahan ( Weaknes )       :  -2.88

3.      Skor Total Peluang ( Oppotunity )         :    3.22

4.      Skor Total Ancaman ( Theath    )           :  -3.13

Berpijak dari skor total tersebut di atas, maka penentuan posisi koordinat dari adalah perhitungan di atas adalah

Koordinat Analisis Internal·

( Skor Total Kekuatan – Skor Total Kelemahan ) : 2 = ( 3.52 – 2.88  ) : 2 = 0.32

Koordinat Analisis Eksternal·

( Skor Total Peluang – Skor Total Ancaman  ) : 2 = ( 3.22 – 3.13 ) : 2 = 0.045

Jadi titik koordinatnya adalah terletak pada titik ( 0.32, 0.045 )

quadran2

Setelah diketahui titik pertemuan diagonal-diagonal tersebut (X), maka posisi unit usaha diketahui pada kuadran I. Hasil perhitungan dari masing-masing kuadran dapat digambarkan pada tabel berikut ini :

5

Keterangan :

  1. Pada kuadran I ( S O Strategi ) perusahaan menenpati posisi pertumbuhan jd perusahaan akan mengunakan kekuatan untuk mengambil setiap peluang yang ada sehinga :
  • Perusahaan semakin berkembang dari tahun ke tahun
  • Perusahan berpeluang untuk mengebangkan pasar dengan meningkatkan penjualan produk yang berkualitas
  1. Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan menenpati posisi stabilitas sehingga :
  • Perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagai acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.
  • Perusahaan akan Menaikkan margin inovasi produk untuk mengendalikan keuntungan
  1. Pada kuadran III ( W T Strategi ) perusahaan menenpati posisi peciutan sehingga :
  • Perusahaan akan meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman
  • Perusahaan akan Selalu berinovasi dan tetap mengupayakan desain-desain kancing yang menarik dan diminati konsumen
  1. Pada kuadran IV ( S T Strategi ) perusahaan meempati posisi kombinasi sehingga :
  • Perusahaan akan menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang.
  • Perusahaan akan lebih memperhatikan pada kualitas produk , deferensiasi produk, dan kepeminpinan harga dengan tetap mengedepankan kualitas.

Strategi Bisnis Unit

Tahapan berikutnya adalah menentukan alternatif strategi bisnis unit berdasarkan letak posisi kuadran. berdasarkan pada diagram matrik swot diatas, PT. terletak pada posisi Kuadran I. M N3 asing-masing jenis strategi perkembangan bisnis unit dapat digambarkan pada Diagram Matrik Strategi Umum berikut ini:

matrik strategi

Posisi Perusahaan

  1. Posisi PT. Promono Irindo Jaya terletak pada kuadran I dan menggunakan strategi umum Tingkat Pertumbuhan Perusahaan ( GROWTH )yaitu Meningkatkan Produksi kancing yang berkualitas baik dimata konsumen
  1. PT. Promono Irindo Jaya juga mengunakan strategi Pengembangan Produk (Product  Development) yaitu Meningkatkan penjualan kacing dengan cara membuat produk kancing baru dengan trend masa kini dan mengembangkan produk yang sudah ada.

Penjelasan alternatif strategi yang dipilih adalah sebagai berikut :

  • Faktor Penentu Keberhasilan

Mengembangkan produk semenarik dan sebagus mungkin yang sesuai dengan trend dan sesuai minat konsumen

  • Output           

Membuat produk baru yang sesuai dengan minat pasar, yaitu customer Contoh nya :

Kancing grafir double tulisan dengan kualitas terbaik dengan harga murah

PENGEMBANGAN PRODUK

 OutCame

Meningkatkan volume penjualan pada Market Share

  • Impact

Citra perusahaan semakin baik dimata para pelanggan

tabel analisa dg pesaing utama

tabel analisa dg pesaing produk pengganti

TAbl indikator